Berkarya Adalah Tentang Membuat Jejak


Gambar. pinterest.com


“Apa pengertian berkarya?”

Sebenarnya bagiku sendiri tak ada pengertian khusus dari kata “berkarya”. Walaupun hal ini akan merujuk pada penciptaan sesuatu oleh seseorang. Bisa juga dimaknai dengan menghadirkan sesuatu dari ‘ketiadaan’. Jadi yang sebelumnya tidak ada menjadi ada karena tindakan seseorang. Misalkan seseorang yang berkarya dengan melukis, lukisan yang lahir dari orang tersebut bersumber dari ketiadaan (ide) yang tercipta karena sebuah tindakan (menggoreskan kuas di kanvas).

Jadi ada dua unsur utama dalam berkarya, yaitu adalah ide yang ada di kepala dan tindakan mewujudkan. Misalkan seseorang punya ide untuk membuat sebuah video, lalu melakukan tindakan merekam video, maka hal tersebut bisa kita sebut sebagai berkarya. Tapi itu juga bukan pengertian yang mutlak, karena sebenarnya inti dari berkarya bukanlah pengertian dari kata tersebut. Hal yang lebih penting adalah apa tujuan kita berkarya.

“Apa tujuanmu berkarya?”

Pertanyaan ini sering kutanyakan pada diriku sendiri. Mengapa aku membuat video di youtube, membuat podcast, menulis novel, menulis di blog dan lainnya. Menjawab atau mencari alasan utama kita berkarya itu sangatlah penting. Karena hal ini akan mempengaruhi langkah dan semangat yang kita tuangkan dalam kegiatan bekarya.

Setiap orang punya alasannya sendiri-sendiri mengapa dia berkarya. Bagiku sendiri, berkarya adalah tentang membuat jejak. Aku ingin meninggalkan jejak-jejak kehidupan dalam bentuk karya. Baik itu video di youtube, podcast, tulisan hingga novel. Itu semua adalah jejak yang suatu saat bisa jadi kenangan untuk diriku sendiri, bisa kubaca ulang di masa depan, bisa kutonton ulang di masa mendatang.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah….Menulis adalah bekerja untuk keabadian". -Pramoedya Ananta Toer-

Kutipan Pram ini selalu menjadi inspirasiku untuk terus berkarya. Karena pesan ini menyadarkan satu hal bahwa pada akhirnya kita akan menua, hingga mati. Dan untuk saat ini menulis (bekerja untuk keabadian) tidak hanya soal menyusun huruf-huruf. Tapi juga membuat konten video, mengupload foto dan lainnya juga merupakan bekerja untuk keabadian.

Jika kita tidak memulai karya kita sendiri, maka kelak kita akan berkerja sebagai kuli untuk karya orang lain. Siapapun sekarang punya kesempatan untuk berkarya, di youtube, blog, wattpad dan lainnya. Pertanyaannya adalah seberapa besar kemauan dan usaha kita untuk mewujudkan karya tersebut.

Karena sering kali kita selalu mencari-cari alasan sebagai pembenaran terhadap diri kita yang malas, takut, tidak pede dan lainnya. Mulailah untuk mengurangi alasan-asalan tersebut dan berkaryalah seperti apa yang kamu inginkan.

“Apakah boleh berkarya untuk orientasi materi (uang)?”

Tentu boleh-boleh saja, tapi jika ini alasan utama kita memulai karya maka kemungkinan besar kita akan berhenti dan menyerah. Karena berkarya itu tidak selalu menghasilkan uang dengan instan. Hanya sebagian kecil orang yang bisa benar-benar beruntung bisa mendapatkan uang dari karyanya dalam waktu yang singkat.

Berkarya adalah proses yang panjang, dimana karya pertama kemungkinan besar jelek dan tidak layar dijual. Jadi kalau berharap kaya hanya karena telah membuat satu karya, maka bersiaplah kecewa. Bertahan untuk terus berkarya di bidang yang sama, misalkan konsisten bikin video di youtube. Membutuhkan energi besar dan waktu yang tidak singkat. Bahkan boleh jadi kita justru mengeluarkan materi karena mewujdukan karya tersebut.

Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa setiap orang mengharapkan bisa memperoleh materi dari karya yang ia buat. Karena setiap orang butuh materi untuk bisa bertahan hidup, setiap orang butuh amunisi untuk tetap bisa berkarya. Jadi tidak salah juga berkarya untuk menjadi kaya. Hanya saja kita perlu menemukan alasan-alasan lain untuk berkarya selain urusan cuan. Karena jika kelak kita berkarya dan tidak berhasil memperoleh apa-apa dari karya tersebut, pasti akan kecewa dan berhenti.

0 Komentar