“Apa pengertian berkarya?”
Sebenarnya
bagiku sendiri tak ada pengertian khusus dari kata “berkarya”. Walaupun hal ini
akan merujuk pada penciptaan sesuatu oleh seseorang. Bisa juga dimaknai dengan
menghadirkan sesuatu dari ‘ketiadaan’. Jadi yang sebelumnya tidak ada menjadi
ada karena tindakan seseorang. Misalkan seseorang yang berkarya dengan melukis,
lukisan yang lahir dari orang tersebut bersumber dari ketiadaan (ide) yang tercipta
karena sebuah tindakan (menggoreskan kuas di kanvas).
Jadi ada
dua unsur utama dalam berkarya, yaitu adalah ide yang ada di kepala dan
tindakan mewujudkan. Misalkan seseorang punya ide untuk membuat sebuah video, lalu
melakukan tindakan merekam video, maka hal tersebut bisa kita sebut sebagai
berkarya. Tapi itu juga bukan pengertian yang mutlak, karena sebenarnya inti
dari berkarya bukanlah pengertian dari kata tersebut. Hal yang lebih penting
adalah apa tujuan kita berkarya.
“Apa
tujuanmu berkarya?”
Pertanyaan
ini sering kutanyakan pada diriku sendiri. Mengapa aku membuat video di
youtube, membuat podcast, menulis novel, menulis di blog dan lainnya. Menjawab atau
mencari alasan utama kita berkarya itu sangatlah penting. Karena hal ini akan
mempengaruhi langkah dan semangat yang kita tuangkan dalam kegiatan bekarya.
Setiap
orang punya alasannya sendiri-sendiri mengapa dia berkarya. Bagiku sendiri, berkarya
adalah tentang membuat jejak. Aku ingin meninggalkan jejak-jejak kehidupan
dalam bentuk karya. Baik itu video di youtube, podcast, tulisan hingga novel. Itu
semua adalah jejak yang suatu saat bisa jadi kenangan untuk diriku sendiri,
bisa kubaca ulang di masa depan, bisa kutonton ulang di masa mendatang.
“Orang
boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di
dalam masyarakat dan dari sejarah….Menulis adalah bekerja untuk
keabadian". -Pramoedya Ananta Toer-
Kutipan
Pram ini selalu menjadi inspirasiku untuk terus berkarya. Karena pesan ini menyadarkan
satu hal bahwa pada akhirnya kita akan menua, hingga mati. Dan untuk saat ini
menulis (bekerja untuk keabadian) tidak hanya soal menyusun huruf-huruf. Tapi
juga membuat konten video, mengupload foto dan lainnya juga merupakan bekerja
untuk keabadian.
Jika kita
tidak memulai karya kita sendiri, maka kelak kita akan berkerja sebagai kuli
untuk karya orang lain. Siapapun sekarang punya kesempatan untuk berkarya, di
youtube, blog, wattpad dan lainnya. Pertanyaannya adalah seberapa besar kemauan
dan usaha kita untuk mewujudkan karya tersebut.
Karena
sering kali kita selalu mencari-cari alasan sebagai pembenaran terhadap diri
kita yang malas, takut, tidak pede dan lainnya. Mulailah untuk mengurangi
alasan-asalan tersebut dan berkaryalah seperti apa yang kamu inginkan.
“Apakah
boleh berkarya untuk orientasi materi (uang)?”
Tentu
boleh-boleh saja, tapi jika ini alasan utama kita memulai karya maka kemungkinan
besar kita akan berhenti dan menyerah. Karena berkarya itu tidak selalu
menghasilkan uang dengan instan. Hanya sebagian kecil orang yang bisa
benar-benar beruntung bisa mendapatkan uang dari karyanya dalam waktu yang
singkat.
Berkarya
adalah proses yang panjang, dimana karya pertama kemungkinan besar jelek dan
tidak layar dijual. Jadi kalau berharap kaya hanya karena telah membuat satu
karya, maka bersiaplah kecewa. Bertahan untuk terus berkarya di bidang yang
sama, misalkan konsisten bikin video di youtube. Membutuhkan energi besar dan
waktu yang tidak singkat. Bahkan boleh jadi kita justru mengeluarkan materi
karena mewujdukan karya tersebut.
Tapi tidak
bisa dipungkiri bahwa setiap orang mengharapkan bisa memperoleh materi dari
karya yang ia buat. Karena setiap orang butuh materi untuk bisa bertahan hidup,
setiap orang butuh amunisi untuk tetap bisa berkarya. Jadi tidak salah juga
berkarya untuk menjadi kaya. Hanya saja kita perlu menemukan alasan-alasan lain
untuk berkarya selain urusan cuan. Karena jika kelak kita berkarya dan tidak
berhasil memperoleh apa-apa dari karya tersebut, pasti akan kecewa dan
berhenti.

0 Komentar